Ara akan memasuki semester baru dan setelah mengurus ini itu, dia akan menjadi seorang siswi sekolah menengah atas. Sayangnya karena Ara anak yang tomboy di sekolahnya yang dulu, kini di sekolahnya yang baru, dia harus bersikap feminim karena sekolahnya itu merupakan sekolah khusus para wanita. Mama memasukkan Ara ke sekolah tersebut karena menginginkan Ara menjadi anak perempuan yang tidak tomboy dan mengerti aturan batas menjadi seorang wanita karena Ara kini sudah besar. Ara diajari ini itu oleh mama, tapi tetap saja hal itu tidak serta merta membuatnya menjadi instan feminin. Bahkan Ara sempat menjadi bahan perbincangan di sekolah wanita tersebut karena gayanya yang selengekan bak laki-laki.
"Ara, mama gak mau tau kamu harus pakai bedak sebelum berangkat sekolah! Ugh.. muka kamu jadi kusam begitu astaga.. Mama gak suka"
"Iyaaaaa maaaa.." Yah begitulah Ara. Harus disuruh mama dulu baru nurut.
Ara masuk ke kamar dan segera ambil beberapa bedak yang ada di meja rias mama. Ara bingung yang mana yang untuk Ara karena mama sudah menyiapkan beberapa bedak khususnya cream pemutih wajah untuk Ara biar muka Ara gak kusam lagi. Karena Ara terburu-buru akhirnya Ara mengambil apa yang ada dan langsung menggunakannya tanpa sempat bertanya dulu pada mama.
Keesokan harinya ketika Ara bangun tidur..
"Aaaaaaaaaaaaaaarggggh!!! Mamaaaaaaaa!! Muka Ara jerawatan!!!!!!". Mama yang panik karena mendengar anaknya berteriak langsung meletakkan mesin mixer roti di atas meja dan berlari menuju kamar anaknya. Alangkah kagetnya mama ketika melihat muka Ara yang penuh dengan jerawat merah-merah.
"Ya ampun Ara.. Kamu pake apa sih kok sampe kayak gitu mukanyaaa?"
"Gak tau tuh. Bedak yang mama kasih ke Ara itu racun. Bukannya jadi cara memutihkan kulit Ara biar ga kusam lagi eh malah bikin jerawatan!"
"Ih enak aja, mama tuh cariin cream pemutih kulit yang beneran cocok sama muka kamu. Kok bisa sih nyalahin mama. Coba lihat, kemarin kamu pake cream yang mana"
Ara segera berlari mengambil cream yang ada di atas meja mama beserta beberapa bedak yang dia gunakan. "Nih ma.."
"Ya ampun Ara, ini tuh bedaknya nenek sama cream anti aging punya nenek. Ya pantesan muka kamu jerawatan kayak gitu, orang belum cukup umur pakai yang beginian. Haduh makanya tanya mama dulu dong"
"Ish ya mana aku tau ma. Habisnya kemarin aku kan juga buru-buru daripada telat. Terus gimana dong ini ma?", tanya Ara sambil manyun cemberut.
"Ya udah nih mama cariin obat buat cara menghilangkan jerawat kamu. Dipakai rutin lho! Awas kalo salah lagi! Dasar Ara!"